Edukasi Obat

Efek Samping Obat dan Penggunaan Antibiotik yang Bijak

Setiap obat dapat memberikan manfaat sekaligus memiliki risiko efek samping. Dengan memahami efek samping serta menggunakan antibiotik secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat pengobatan secara optimal sekaligus mencegah masalah kesehatan yang lebih serius seperti resistensi antibiotik.

Efek Samping Obat

Apa yang Dimaksud dengan Efek Samping Obat?

Memahami efek samping membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih aman serta mengenali kapan perlu meminta bantuan tenaga kesehatan.

Obat digunakan untuk mencegah, mengendalikan, atau mengobati penyakit. Selain memberikan manfaat, obat juga dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. World Health Organization menjelaskan bahwa produk obat dapat memiliki efek samping yang tidak diharapkan, sehingga keamanan obat perlu dipantau melalui kegiatan farmakovigilans.

Reaksi obat yang merugikan adalah respons yang berbahaya dan tidak dimaksudkan yang dapat terjadi ketika obat digunakan pada dosis yang lazim untuk pencegahan, diagnosis, atau pengobatan penyakit. Reaksi tersebut berbeda dengan kesalahan penggunaan, overdosis, maupun keracunan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai.

Efek samping dapat bersifat ringan, misalnya mual, kantuk, pusing, sakit kepala, atau gangguan pencernaan. Namun, pada keadaan tertentu dapat muncul reaksi yang lebih berat seperti sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, ruam yang luas, penurunan kesadaran, kejang, atau perdarahan.

Risiko efek samping dapat dipengaruhi oleh jenis dan dosis obat, usia, berat badan, kehamilan, alergi, gangguan fungsi hati atau ginjal, penyakit penyerta, serta penggunaan beberapa obat dalam waktu yang bersamaan. Karena itu, respons setiap orang terhadap obat dapat berbeda.

Munculnya keluhan setelah menggunakan obat tidak selalu berarti obat harus langsung dihentikan. Untuk keluhan ringan, pengguna perlu membaca informasi pada kemasan dan berkonsultasi kepada apoteker atau dokter. Apabila muncul reaksi berat atau kondisi memburuk, penggunaan obat harus dihentikan dan pertolongan medis perlu segera dicari.

Antibiotik

Apa Itu Antibiotik dan Mengapa Harus Digunakan dengan Bijak?

Antibiotik harus digunakan berdasarkan kebutuhan klinis karena penggunaan yang tidak tepat dapat mempercepat terjadinya resistensi antimikroba.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menangani infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus, sehingga tidak tepat digunakan untuk penyakit virus seperti influenza dan sebagian besar batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.

Penggunaan antibiotik harus didasarkan pada pemeriksaan dan resep tenaga kesehatan. Jenis antibiotik, dosis, jarak waktu, cara pemberian, dan lama penggunaannya ditentukan berdasarkan lokasi infeksi, jenis bakteri yang dicurigai, kondisi pasien, serta pedoman terapi yang berlaku.

Resistensi antimikroba terjadi ketika bakteri dan mikroorganisme lain berubah sehingga tidak lagi memberikan respons terhadap obat antimikroba. Kondisi tersebut membuat infeksi lebih sulit diobati, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperberat kondisi pasien, serta meningkatkan risiko kematian.

Penggunaan antibiotik tanpa kebutuhan medis, penggunaan tanpa resep, pemilihan antibiotik yang tidak tepat, dan penggunaan yang tidak sesuai petunjuk dapat mempercepat muncul dan menyebarnya resistensi. Karena itu, masyarakat tidak boleh membeli, menggunakan, membagikan, atau menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali tanpa arahan tenaga kesehatan.

Apabila antibiotik diresepkan, gunakan sesuai dosis, waktu, dan lama terapi yang ditentukan. Jangan mengubah aturan, mengganti antibiotik, atau menghentikan pengobatan sendiri. Segera konsultasikan kepada dokter atau apoteker apabila muncul efek samping, alergi, kondisi memburuk, atau terdapat aturan yang belum dipahami.

Penyebab

Mengapa Efek Samping Obat Bisa Terjadi?

Efek samping dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari obat maupun kondisi pasien.

Dosis Obat

Penggunaan dosis yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping.

Reaksi Alergi

Sebagian orang memiliki alergi terhadap obat tertentu sehingga dapat muncul ruam, gatal, hingga sesak napas.

Interaksi Obat

Penggunaan beberapa obat secara bersamaan dapat meningkatkan maupun menurunkan efek obat tertentu.

Kondisi Tubuh

Usia, penyakit hati, penyakit ginjal, kehamilan, maupun kondisi kesehatan lain dapat memengaruhi respon terhadap obat.

Lama Penggunaan

Beberapa obat mempunyai risiko efek samping yang lebih tinggi apabila digunakan dalam jangka waktu panjang.

Kondisi Individu

Respons tubuh terhadap obat berbeda pada setiap orang sehingga efek samping yang muncul juga dapat berbeda.

Efek Samping Ringan

Efek Samping yang Umumnya Bersifat Ringan

Sebagian besar efek samping obat bersifat ringan dan akan membaik setelah tubuh menyesuaikan diri terhadap obat. Meskipun demikian, keluhan tetap perlu dipantau selama pengobatan berlangsung.

Mual dan Muntah

Dapat terjadi pada beberapa jenis obat. Ikuti petunjuk penggunaan, misalnya diminum setelah makan apabila dianjurkan.

Mengantuk

Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin apabila obat menyebabkan kantuk.

Pusing

Bangun secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring dan hindari aktivitas berat bila merasa pusing.

Mulut Kering

Perbanyak minum air putih dan jaga kebersihan rongga mulut selama menggunakan obat.

Sembelit

Konsumsi makanan tinggi serat, cukup minum air, dan tetap aktif bergerak sesuai kondisi.

Keluhan Ringan Lain

Misalnya sakit kepala ringan atau rasa tidak nyaman di lambung yang biasanya bersifat sementara.

Waspada

Efek Samping yang Memerlukan Penanganan Segera

Hentikan penggunaan obat dan segera cari pertolongan medis apabila muncul salah satu kondisi berikut.

Sesak Napas

Kesulitan bernapas atau napas terasa berat setelah menggunakan obat.

Bengkak pada Wajah

Bengkak pada bibir, lidah, wajah, atau tenggorokan yang dapat mengganggu jalan napas.

Ruam Berat

Ruam luas, lepuh, atau kulit mengelupas memerlukan pemeriksaan segera.

Perdarahan

Mimisan berkepanjangan, muntah darah, atau feses berwarna hitam perlu segera dievaluasi.

Kejang

Kejang setelah penggunaan obat merupakan kondisi gawat yang membutuhkan pertolongan medis.

Penurunan Kesadaran

Mengantuk berat, sulit dibangunkan, atau tidak sadar memerlukan penanganan segera.

Langkah Penanganan

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Efek Samping?

1

Amati Keluhan

Perhatikan gejala yang muncul, kapan mulai terjadi, serta apakah keluhan semakin berat.

2

Baca Informasi Obat

Periksa etiket maupun brosur obat untuk mengetahui apakah keluhan tersebut termasuk efek samping yang telah diinformasikan.

3

Konsultasikan kepada Apoteker atau Dokter

Jangan menghentikan obat resep tanpa arahan tenaga kesehatan, kecuali muncul reaksi berat yang mengancam keselamatan.

4

Segera ke Fasilitas Kesehatan

Bila muncul sesak napas, bengkak pada wajah, kejang, penurunan kesadaran, atau perdarahan hebat, segera cari pertolongan medis.

Antibiotik

Apa itu Antibiotik?

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik bekerja dengan cara membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri sehingga infeksi dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh.

Penting untuk Diingat

Antibiotik tidak dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.

Perbedaan

Antibiotik Tidak Mengobati Semua Penyakit

Tidak Untuk Penyakit Virus

  • Flu biasa
  • Batuk pilek karena virus
  • COVID-19 ringan
  • Demam akibat infeksi virus
  • Sebagian besar radang tenggorokan akibat virus

Digunakan Untuk Infeksi Bakteri

  • Pneumonia bakteri
  • Infeksi saluran kemih
  • Demam tifoid (sesuai diagnosis)
  • Infeksi kulit bakteri
  • Infeksi lain sesuai resep dokter
Gunakan Dengan Bijak

Aturan Penggunaan Antibiotik

01

Gunakan Sesuai Resep

Antibiotik hanya digunakan berdasarkan resep dan petunjuk tenaga kesehatan.

02

Habiskan Antibiotik

Tetap lanjutkan pengobatan sesuai lama terapi yang diberikan walaupun kondisi sudah membaik.

03

Jangan Berbagi Obat

Antibiotik untuk satu pasien tidak boleh digunakan oleh orang lain.

04

Jangan Membeli Sendiri

Hindari membeli antibiotik tanpa resep dokter.

05

Jangan Menyimpan Sisa Antibiotik

Buang antibiotik yang sudah tidak diperlukan sesuai prosedur pembuangan obat.

06

Laporkan Efek Samping

Bila muncul keluhan yang mengganggu atau reaksi berat, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Bahaya Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dibunuh oleh antibiotik yang sebelumnya efektif. Akibatnya infeksi menjadi lebih sulit diobati, waktu perawatan lebih lama, biaya pengobatan meningkat, dan risiko komplikasi maupun kematian menjadi lebih tinggi.

  • Infeksi menjadi lebih sulit disembuhkan.
  • Antibiotik menjadi tidak efektif.
  • Membutuhkan antibiotik yang lebih kuat.
  • Risiko komplikasi meningkat.

Pesan Penting

Gunakan obat sesuai aturan pakai dan jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tepat membantu meningkatkan keberhasilan terapi sekaligus melindungi masyarakat dari risiko resistensi antibiotik.

i
Referensi
  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Swamedikasi.
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Penggunaan Obat yang Tepat dan Benar.
  4. World Health Organization. Guidelines for the Regulatory Assessment of Medicinal Products for Use in Self-Medication.