Logo Nawasena
Nawasena KKN Tematik Lapulu
Beranda Tanaman TOGA Data Kesehatan
Edukasi
Profil KKN-T Nawasena Dokumentasi Kegiatan Tentang Kontak
Dokumentasi Nawasena

Galeri Kegiatan KKN Nawasena

Rekam jejak pelaksanaan program kerja KKN Tematik Fakultas Farmasi Nawasena 2026 di Kelurahan Lapulu.

7 Program Kegiatan
44 Foto Dokumentasi
2026 Tahun Pelaksanaan
Perjalanan Nawasena

Kegiatan yang Telah Kami Laksanakan

Setiap dokumentasi menggambarkan proses kolaborasi, edukasi, dan pengabdian bersama masyarakat Kelurahan Lapulu.

01
Pemberdayaan Masyarakat

Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

14 Juli 2026 Kantor Kelurahan Lapulu 6 Foto

Program Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu program unggulan KKN Tematik Fakultas Farmasi Nawasena 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2026 di lahan TOGA yang terletak di depan Kantor Kelurahan Lapulu. Kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat yang dapat digunakan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan keluarga. Adapun tanaman yang ditanam meliputi jahe, kumis kucing, kemangi, kunyit, sereh, pandan, dan temulawak yang merupakan tanaman herbal yang mudah dibudidayakan dan memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang aman dan mudah diperoleh. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif yang memiliki nilai kesehatan, edukasi, dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan manfaat, cara penanaman, serta cara pemeliharaan tanaman obat sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat keluarga, tersedianya sumber bahan baku herbal yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu, serta terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan asri. Kebun TOGA yang dibangun juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pelestarian tanaman obat tradisional sebagai warisan budaya bangsa. Luaran dari kegiatan ini berupa terbentuknya kebun TOGA Kelurahan Lapulu yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat dan pemerintah kelurahan sebagai pusat edukasi tanaman obat keluarga.

02
Edukasi Anak

Goes to School TK Diah Pertiwi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

15 Juli 2026 TK Diah Pertiwi 6 Foto

Program Goes to School di TK Diah Pertiwi dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2026 dengan mengusung tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini ditujukan kepada anak-anak usia dini sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Edukasi diberikan melalui metode yang menarik dan interaktif seperti permainan edukatif, demonstrasi cuci tangan yang benar, tanya jawab, serta pemberian contoh perilaku hidup bersih yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan positif pada anak-anak sejak dini agar mereka mampu menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara mandiri. Materi yang diberikan meliputi pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas,dan mengonsumsi makanan sehat.

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kebersihan seperti diare dan cacingan. Luaran kegiatan ini berupa meningkatnya pengetahuan dan kesadaran siswa TK Diah Pertiwi mengenai pentingnya menerapkan PHBS serta terbentuknya kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

03
Edukasi Pelajar

Goes to School SD Negeri 63 Kendari

Pencegahan Bullying

20 Juli 2026 SD Negeri 63 Kendari 7 Foto

Program Goes to School di SD Negeri 63 Kendari dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2026 dengan tema Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mental serta sosial anak. Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, serta perkembangan karakter siswa.

Melalui kegiatan ini, tim KKN memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying baik fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital, dampak yang ditimbulkan terhadap korban dan pelaku, serta cara mencegah dan mengatasi tindakan bullying. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, simulasi sederhana, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan pertemanan yang sehat. Manfaat yang diharapkan yaitu berkurangnya potensi tindakan bullying di lingkungan sekolah, meningkatnya rasa empati dan kepedulian antar siswa, serta terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran siswa untuk menolak segala bentuk bullying dan berperan aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang positif.

04
Edukasi Remaja

Goes to School SMP Negeri 14 Kendari

Pergaulan Bebas dan Dampaknya bagi Remaja

21 Juli 2026 SMP Negeri 14 Kendari 6 Foto

Program Goes to School di SMP Negeri 14 Kendari dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2026 dengan tema Pergaulan Bebas dan Dampaknya bagi Remaja. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif dalam memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab. Masa remaja merupakan periode yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sehingga diperlukan edukasi yang tepat untuk membantu mereka mengambil keputusan yang bijaksana.

Materi yang diberikan mencakup pengertian pergaulan bebas, faktor-faktor yang memengaruhinya, dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial, serta cara membangun lingkungan pertemanan yang positif. Selain itu, siswa juga diberikan motivasi untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan potensi diri, serta berani menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri dari perilaku yang berisiko serta membentuk karakter yang bertanggung jawab. Manfaat yang diharapkan yaitu meningkatnya kemampuan siswa dalam memilih lingkungan pergaulan yang sehat, mengurangi risiko perilaku menyimpang, dan mendorong terbentuknya generasi muda yang berkarakter baik. Luaran kegiatan ini berupa meningkatnya pemahaman siswa mengenai pentingnya pergaulan yang sehat sebagai bekal dalam meraih masa depan yang lebih baik.

05
Edukasi Farmasi

Edukasi Pengelolaan Obat Rumah Tangga

23 Juli 2026 Kelurahan Lapulu 7 Foto

Program Edukasi Pengelolaan Obat Rumah Tangga dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2026 dengan metode door to door di wilayah Kelurahan Lapulu. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah warga secara langsung untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan obat yang baik dan benar sesuai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar).

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan obat yang tepat guna menjaga keamanan dan efektivitas obat yang digunakan di rumah tangga. Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara memperoleh obat dari sumber yang resmi, cara menyimpan obat sesuai ketentuan, pentingnya memeriksa tanggal kedaluwarsa, serta cara membuang obat yang sudah rusak atau tidak terpakai agar tidak mencemari lingkungan.

Manfaat yang diharapkan yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat, berkurangnya risiko penggunaan obat yang sudah kedaluwarsa, serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah obat rumah tangga. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.

06
Edukasi Farmasi

Edukasi Penggunaan Obat Rasional

24 Juli 2026 Kelurahan Lapulu 7 Foto

Program Edukasi Penggunaan Obat Rasional dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026 secara door to door di Kelurahan Lapulu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat sesuai indikasi, dosis, aturan pakai, lama penggunaan, serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu. Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi salah satu penyebab terjadinya efek samping obat, resistensi antibiotik, serta kegagalan terapi pengobatan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya membaca informasi pada kemasan obat, mematuhi aturan penggunaan obat yang diberikan tenaga kesehatan, serta tidak menggunakan obat berdasarkan rekomendasi yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dan pentingnya menyelesaikan terapi sesuai anjuran.

Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas penggunaan obat di masyarakat sehingga dapat mendukung keberhasilan pengobatan dan mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan. Luaran yang diharapkan berupa meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional dan bertanggung jawab.

07
Edukasi Farmasi

Edukasi Swamedikasi

25 Juli 2026 Kelurahan Lapulu 5 Foto

Program Edukasi Swamedikasi dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 secara door to door di Kelurahan Lapulu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengobatan mandiri yang benar dalam menangani keluhan kesehatan ringan seperti demam, batuk, pilek, nyeri ringan, maupun gangguan kesehatan sederhana lainnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan informasi mengenai pemilihan obat bebas dan obat bebas terbatas yang sesuai, cara penggunaan yang benar, serta tanda-tanda kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi ini penting mengingat swamedikasi merupakan tindakan yang sering dilakukan masyarakat sebelum mencari pertolongan medis.

Manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pengobatan mandiri secara aman dan tepat, mengurangi kesalahan penggunaan obat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila diperlukan. Luaran kegiatan ini berupa meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai prinsip-prinsip swamedikasi yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.

Nawasena

Digitalisasi Farmasi dan Kesehatan Masyarakat KKN Tematik Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Navigasi

Beranda Tanaman TOGA Data Kesehatan

Edukasi

Obat Rasional Swamedikasi Obat Rumah Tangga

Lokasi

Kelurahan Lapulu
Kecamatan Abeli
Kota Kendari

© 2026 Nawasena — KKN Tematik