Edukasi Obat

Cara Penggunaan Obat

Penggunaan obat yang benar membantu memperoleh manfaat terapi secara optimal, mengurangi risiko kesalahan, serta menjaga keamanan selama proses pengobatan.

Pengertian

Apa yang Dimaksud dengan Cara Penggunaan Obat?

Cara penggunaan obat merupakan rangkaian tindakan yang dilakukan ketika seseorang menggunakan obat, mulai dari memeriksa identitas obat, membaca aturan pakai, menentukan jumlah dosis, memperhatikan waktu penggunaan, menggunakan obat melalui cara yang tepat, hingga menyimpan obat setelah digunakan.

Setiap obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh jenis obat, bentuk sediaan, kekuatan obat, usia pengguna, kondisi kesehatan, tujuan terapi, serta cara obat masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, satu cara penggunaan tidak dapat diterapkan untuk seluruh jenis obat.

Informasi tentang penggunaan obat dapat ditemukan pada etiket, kemasan, lembar informasi obat, resep, maupun penjelasan dari dokter dan apoteker. Informasi tersebut harus dibaca dan dipahami sebelum obat digunakan.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan obat tidak memberikan manfaat yang diharapkan. Kesalahan jumlah dosis, waktu penggunaan, frekuensi, cara pemberian, atau lama penggunaan dapat meningkatkan risiko efek samping dan kegagalan terapi.

Beberapa obat harus diminum sebelum makan, sedangkan obat lain digunakan setelah makan. Ada obat yang harus ditelan utuh, dikunyah, dilarutkan, diteteskan, dioleskan, dihirup, atau digunakan melalui bagian tubuh tertentu. Petunjuk tersebut harus diikuti agar obat bekerja dengan benar.

Apabila aturan penggunaan tidak dipahami, pasien sebaiknya tidak menebak atau mengubah aturan sendiri. Tanyakan kembali kepada apoteker atau tenaga kesehatan agar penggunaan obat tetap tepat, aman, dan sesuai kebutuhan.

Manfaat

Mengapa Cara Penggunaan Obat Harus Diperhatikan?

Mengikuti aturan penggunaan membantu memastikan obat memberikan manfaat dengan risiko yang serendah mungkin.

01

Mengoptimalkan Efektivitas Terapi

Obat yang digunakan dengan dosis, waktu, dan cara yang tepat memiliki peluang lebih besar untuk memberikan hasil terapi sesuai tujuan pengobatan.

02

Mengurangi Risiko Efek Samping

Penggunaan sesuai petunjuk membantu mencegah paparan obat yang berlebihan dan menurunkan risiko reaksi yang tidak diharapkan.

03

Mencegah Kesalahan Dosis

Pemahaman terhadap jumlah obat setiap kali digunakan dapat mencegah dosis terlalu rendah maupun dosis yang melebihi anjuran.

04

Menjaga Jadwal Pengobatan

Penggunaan pada waktu dan jarak antardosis yang tepat membantu mempertahankan kerja obat selama masa terapi.

05

Menjaga Keselamatan Pengguna

Pemeriksaan nama pasien, nama obat, cara penggunaan, dan peringatan membantu mencegah obat tertukar atau digunakan oleh orang yang salah.

06

Meningkatkan Kepatuhan

Petunjuk yang dipahami dengan baik memudahkan pasien mengikuti pengobatan sampai selesai sesuai arahan tenaga kesehatan.

Prinsip Dasar

Prinsip 6 Benar Penggunaan Obat

Prinsip ini menjadi dasar dalam penggunaan obat agar terapi berjalan aman, efektif, serta meminimalkan risiko kesalahan selama pengobatan.

01

Benar Pasien

Pastikan obat digunakan oleh pasien yang sesuai. Periksa identitas pasien sebelum menggunakan obat agar tidak terjadi kekeliruan.

02

Benar Obat

Pastikan nama obat, bentuk sediaan, kekuatan, dan indikasi sesuai dengan kebutuhan terapi maupun resep dokter.

03

Benar Dosis

Gunakan jumlah obat sesuai aturan. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

04

Benar Waktu

Perhatikan waktu penggunaan, frekuensi, serta jarak antardosis agar kadar obat di dalam tubuh tetap optimal.

05

Benar Cara

Gunakan obat sesuai rute pemberian. Obat minum tidak boleh digunakan sebagai obat luar, demikian pula sebaliknya.

06

Benar Informasi

Bacalah etiket, kemasan, serta seluruh informasi obat. Jika ada petunjuk yang belum dipahami, tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan.

Panduan Praktis

Cara Menggunakan Berbagai Bentuk Sediaan Obat

Setiap bentuk sediaan memiliki teknik penggunaan yang berbeda. Ikuti petunjuk pada etiket, kemasan, atau arahan tenaga kesehatan agar obat digunakan melalui cara yang tepat.

Obat Minum

Tablet dan Kapsul

Tablet dan kapsul umumnya digunakan dengan cara ditelan melalui mulut menggunakan air putih.

  1. 1

    Periksa nama obat, dosis, waktu penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa.

  2. 2

    Duduk atau berdiri tegak ketika menelan obat.

  3. 3

    Telan obat menggunakan air putih dalam jumlah yang cukup.

  4. 4

    Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkan obat kecuali diperbolehkan.

Tablet salut enterik dan tablet lepas lambat umumnya harus ditelan utuh.

Obat Cair

Sirup dan Suspensi

Obat cair harus diukur dengan alat takar yang sesuai agar jumlah setiap dosis tetap tepat.

  1. 1

    Periksa apakah obat perlu dikocok sebelum digunakan.

  2. 2

    Gunakan sendok takar, gelas ukur, pipet, atau alat ukur yang tersedia.

  3. 3

    Letakkan alat ukur pada permukaan datar ketika membaca volumenya.

  4. 4

    Bersihkan alat ukur dan tutup kembali botol setelah digunakan.

Jangan menggunakan sendok makan rumah karena ukurannya dapat berbeda-beda.

Obat Mata

Tetes Mata

Tetes mata harus digunakan secara bersih agar ujung botol tidak terkontaminasi.

  1. 1

    Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

  2. 2

    Tengadahkan kepala dan tarik kelopak mata bawah hingga membentuk kantong kecil.

  3. 3

    Teteskan obat sesuai jumlah yang dianjurkan tanpa menyentuhkan ujung botol ke mata.

  4. 4

    Pejamkan mata perlahan selama beberapa saat.

Jangan berbagi obat tetes mata dengan orang lain.

Obat Mata

Salep Mata

Salep mata digunakan pada bagian dalam kelopak mata bawah sesuai panjang salep yang dianjurkan.

  1. 1

    Cuci tangan sebelum membuka kemasan obat.

  2. 2

    Tengadahkan kepala dan tarik kelopak mata bawah.

  3. 3

    Oleskan salep tipis pada kantong kelopak mata tanpa menyentuhkan ujung tube.

  4. 4

    Pejamkan mata perlahan selama satu hingga dua menit.

Pandangan dapat menjadi kabur sementara setelah penggunaan salep mata.

Obat Telinga

Tetes Telinga

Posisi kepala dan arah tarikan daun telinga perlu diperhatikan agar obat masuk ke saluran telinga.

  1. 1

    Cuci tangan dan hangatkan botol di telapak tangan selama beberapa saat.

  2. 2

    Miringkan kepala dengan telinga yang akan ditetesi menghadap ke atas.

  3. 3

    Teteskan obat sesuai petunjuk tanpa menyentuhkan ujung botol ke telinga.

  4. 4

    Pertahankan posisi selama beberapa menit.

Jangan memasukkan kapas terlalu dalam ke saluran telinga.

Obat Hidung

Semprot Hidung

Obat semprot hidung digunakan dengan posisi kepala dan arah semprotan yang benar.

  1. 1

    Bersihkan hidung secara perlahan sebelum menggunakan obat.

  2. 2

    Tutup salah satu lubang hidung dan masukkan ujung alat pada lubang lainnya.

  3. 3

    Arahkan semprotan menjauhi sekat tengah hidung.

  4. 4

    Semprot sambil menarik napas perlahan melalui hidung.

Bersihkan ujung alat setelah digunakan dan jangan digunakan bersama orang lain.

Obat Kulit

Salep, Krim, dan Gel

Obat kulit digunakan pada permukaan kulit yang telah dibersihkan dan dikeringkan.

  1. 1

    Cuci tangan sebelum menggunakan obat.

  2. 2

    Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.

  3. 3

    Oleskan obat tipis dan merata sesuai petunjuk.

  4. 4

    Cuci tangan kembali, kecuali tangan merupakan bagian yang sedang diobati.

Hindari penggunaan pada mata, mulut, atau luka terbuka kecuali memang diperintahkan.

Obat Pernapasan

Inhaler

Teknik inhalasi yang tepat diperlukan agar obat mencapai saluran pernapasan secara optimal.

  1. 1

    Lepaskan penutup, periksa kebersihan alat, dan kocok jika diperlukan.

  2. 2

    Buang napas perlahan sebelum menempatkan corong inhaler di mulut.

  3. 3

    Tekan inhaler sambil menarik napas dalam secara perlahan.

  4. 4

    Tahan napas beberapa detik, kemudian keluarkan secara perlahan.

Setelah menggunakan inhaler kortikosteroid, berkumur dengan air dan buang air kumur tersebut.

Obat Rektal

Suppositoria

Suppositoria merupakan obat padat yang digunakan melalui rektum dan tidak boleh diminum.

  1. 1

    Cuci tangan dan lepaskan pembungkus obat.

  2. 2

    Berbaring miring dengan salah satu kaki ditekuk.

  3. 3

    Masukkan obat secara perlahan melalui rektum.

  4. 4

    Tetap berbaring selama beberapa menit agar obat tidak keluar kembali.

Simpan sesuai petunjuk karena beberapa suppositoria mudah melunak pada suhu panas.

Obat Mulut

Obat Kumur

Obat kumur digunakan untuk membersihkan atau memberikan efek terapi pada rongga mulut.

  1. 1

    Ukur cairan sesuai petunjuk pada kemasan atau etiket.

  2. 2

    Kumur selama waktu yang dianjurkan.

  3. 3

    Keluarkan cairan setelah berkumur.

  4. 4

    Hindari makan atau minum untuk sementara apabila dianjurkan.

Jangan menelan obat kumur kecuali produk tersebut memang dinyatakan aman untuk ditelan.

Obat Transdermal

Patch atau Plester Obat

Patch ditempelkan pada kulit untuk melepaskan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.

  1. 1

    Pilih area kulit yang bersih, kering, dan tidak mengalami iritasi.

  2. 2

    Lepaskan lapisan pelindung tanpa menyentuh bagian perekat secara berlebihan.

  3. 3

    Tempelkan dan tekan beberapa detik hingga melekat dengan baik.

  4. 4

    Lepaskan patch lama sebelum memasang patch baru.

Jangan memotong patch kecuali petunjuk produk menyatakan bahwa patch boleh dipotong.

Perhatian

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Obat

Cek Tanggal Kedaluwarsa

Jangan menggunakan obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa ataupun mengalami perubahan warna, bau, bentuk, maupun tekstur.

Simpan dengan Benar

Simpan obat sesuai petunjuk pada kemasan. Hindarkan dari panas, sinar matahari langsung, serta jangkauan anak.

Perhatikan Waktu Minum

Ikuti petunjuk apakah obat diminum sebelum makan, sesudah makan, atau pada waktu tertentu.

Ikuti Aturan Pakai

Jangan menghentikan, menambah, atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Jangan Berbagi Obat

Obat yang diresepkan untuk seseorang belum tentu sesuai digunakan oleh orang lain walaupun gejalanya sama.

Tanyakan Bila Ragu

Jika terdapat informasi yang belum dipahami, mintalah penjelasan kepada apoteker atau tenaga kesehatan.

Hindari

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Menggunakan obat tanpa membaca aturan pakai.

Menggunakan sendok makan sebagai alat ukur obat cair.

Menghentikan antibiotik sebelum waktunya karena merasa sudah sembuh.

Menggunakan obat milik orang lain tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Menyimpan obat pada tempat yang panas dan lembap.

Menggunakan obat yang telah kedaluwarsa.

Pesan Penting

Penggunaan obat yang benar merupakan bagian penting dalam keberhasilan pengobatan. Bacalah aturan pakai, gunakan obat sesuai dosis dan cara penggunaan yang dianjurkan, serta jangan ragu berkonsultasi kepada apoteker apabila terdapat informasi yang belum dipahami.

i
Referensi
  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggunaan Obat yang Benar.
  2. Ikatan Apoteker Indonesia. Informasi Pelayanan Kefarmasian.
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Penggunaan Obat yang Tepat dan Benar.
  4. World Health Organization. Guide to Good Medication Practice.